Saudaraku sesama muslim
· Apakah anda sering mengeluh dari penyakit fisik tertentu yang belumjuga sembuh?
· Apakah anda sering merasa sedih dan gundah gulana, atau cemas dan terhimpit?
· Apakah anda sering merasa malas melakukan tubuh serta merasa tak berdaya?
· Apakah …??? kwajiban- kwajiban agama?
· Apakah anda sring merasa lesu dan lemas disekujur
Ada begitu banyak pertanyaan yang – dengan izizn Allah – akan anda temukan jawabannya, secara tuntas dalam lembaran- lembaran berikut ini.
PENDAHULUAN
Segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam semoga tercurahkan keharibaan Rasulullah SAW.
Ada begitubanyak penyakit di zaman ini, dan ada begitu banyak jenis dan bentuknya. Sebagian dianataranya adalah penyakit- penyakit baru yang bahkan sebelumnya tidak pernah kita kenal. Orang- orang pun berusaha mencari obat. Dan untuk itu mereka membuang begitu banyak harta dan waktu. Namun hasilnya tetap saja nihil.
Tetapi mereka lupa, atau setidaknya hampir lupa dengan suatu bentuk pengobatan yang dapat menyembuhkan seluruh penyakit mereka, tentu saja dengan izin Allah Yaitu Ruqiyah Syariah (jampi- jampi berdasarkan syariah).
Saya sungguh sangat senang menulis risalah ringkas ini untuk membicarakan beberapa aspek dari Ruqyah Syariah semoga risalah ini dapat mencapai tujuannya dan semoga Allah menyembuhkan seluruh orang- orang sakit dari kaum muslimin. Amin ya Rabbal Aalamiin.
Apa itu Ruqyah (jampi)?
Ruqyah adalah kumpulan ayat- ayat Qur’ani dan hadits- hadits Rasulullah SAW yang merupakan do’a- do’a perlindungan yang harus dibaca setiap muslim atas dirinya, untuk anaknya atau isterinya, baik untuk tujuan perlindungan dirinya dari semua bentuk kejahatan manusia dan jin, ataukesurupan syetan, atau sihir, atau dari penyakit tersebut atau penyakit- penyakit fisik lainnya.
Itulah Ruqyah Syariah. Dan tidak sebagai mana dipahami banyak orang bahwa ia merupakan sebentuk sihir atau mantra- mantra. Juga tudak digunakan untuk orang- orang yang mengalami penyakit- penyakit rohani saja. Pemahaman yang salah seperti itulah yang membuat orang tidak tertarik untuk pengobatan seperti ini dalam kehidupan mereka walaupun mereka telah menderita dan merasakan begitu banyak penyakit.
Mengapa harus Ruqyah Syariah?
Ajakan menggunakan Ruqyah Syariah sebagai salah satu betuk pengobatan sebenarnya dilatarbelakangi oleh beberapa alasan berikut ini:
1. Karena Ruqyah itu sunah Nabi
Sebab ini pada dasarnya dianjurkan untuk melakukan perlindungan dari berbagai macam penyakit rohani, mental dan jiwa, serta fisik sebelum ia terjadi dengan izin Allah dan untuk itu setiap muslim ddianjurkan untuk melindugi dirinya dari penyakit- penyakit tersebut.
2. Karena sekarang dendam sudah merajalela
Suatu yang sangat menyedihkan bahwa dendam, dengki dan iri hati telah merasuki banyak orang, ketika mereka melihat orang lain mendapatkan karunia atau kenikmatan dari Allah baik kenikmatan spiritual berupa kesalehan dan kecerdasan, maupum kenikmatan materil berupa kekayaan dan keturunan yang banyak. Itu disebabkan karena penyakit ‘ain (kekuatan sihir yang memancar dari sorot mata) yang pada dasarnya merupakan “sorot mata kesenangan yang bercampur dengan kedengkian atau kekaguman yang memancarkan bahaya kekuatan sihir dengan dan ketentuan Allah”.
3. Karena seringnya kita lalai dari berdzikir dan berwirid.
Orang- orang zaman ini, kecuali yang masih tetap dirahmati Allah, sudah sangat lalai mengingat Allah dan mengucapkan do’a- do’a dan wirid- wirid perlindungan. Misalnya dzkir- dzikir yang berkaitan dengan situasi dan momentum tertentu, do’a dan dzikir setelah sholat wajib, atau do’a sitigfar dan membaca Al-qur’an. Kelalaian inilah yang membuatmereka saling menimpakan penyakit ‘ain tanpa mereka sengaja, walaupun mereka itu merupakan keluarga dan kerabat misalnya pancaran sorot mata kekaguman saat mereka menyaksikan sesuatu yang mereka kagumi. Apalagi jika mereka tidak mengucap Ma Syaallah Tabaaraka Wataala saat itu.
4. Karena Ruqyah ini penting untuk mengobati orang- orang yang menderita berbagai macam penyakit.
Karena boleh jadi ada seseorang, atau salah seorang puteranya, atau kerabatnya menderita suatu penyakit rohani (yang akan kami sebutkan gejala- gejalanya kemudian) yang tak lain ketakutan, khususnya penyakit ‘ain bahkan boleh jadi orang itu mengingkari adanya penyakit ini dan tidak mengakuinya apalagi membayangkan bahwa ia adalah salah seorang penderitanya. Tapi penolakan itu mungkin akan berkurang bahkan hilang sama sekali jika ia mengetahui bahwa sebagian besar umat ini meninggal karena penyakit ‘ain. Sebagai mana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW :
“Sebagian besar ummatku mati karena- setelah Qadha dan Qadhar Allah- penyakit ‘ain.”
Ibnu Taimiyah juga mengatakan bahwa “tak satupun jasad yang bebas dari demdam. Tapi orang tercela menapakannya sedang orang terhormat menyembunyikannya.”
5. Karena sekarang ada banyak peluang bagi jin untuk menguasai manusia.
Sesuatu yang sangat menyedihkan bahwa di zaman ini kita telah memberikan peluang bagi jin untuk menguasai manusia. Misalnya kebiasaan hiperbola, mengespresikan perasaan secara berlebihan seperti rasa takut yang sangat dan mendadak, kemarahan yang berlebihan pada setiap kesempatan atau kesedihan yang berlebihan,tenggelam dalam Syahwat dan kemaksiatan, mengganggu jin di tempat- tempat mereka, kelalaian dalam mengingat Allah SWT, tidak melindungi diri dari do’a dan wirid- wirid Rasulullah SAW.
6. Karena Ruqiyah dan Dzikir merupakan pengobatan terbaik bagi semua bentuk penyakit kejiwaan yang sekarang banyak diderita oleh banyak orang. Seperti kecemasan, kegelisahan, kesedihan dan semacamnya.selain itu ia juga merupakan factor pendukung setelah Allah yang dapat membuat orang lebih kuat beramal soleh dan lebih mampu untuk tetap teguh dalam keimanan. Berapa banyak orang yang sekarang merasakan sulitnya ketaatan dan ibadah, misalnya melakukan shalat tepat waktu.lalu beberapa pula banyaknya orang yang menyimpang dari Hidayah Allah, tenggelam dalam dosadan kemaksiatan. Andaikan mereka diberi penjelasan yang baik tetang resep kenabian ini, tentulah dengan izin Allah semua bentuk penyakit kejiwaan mereka itu dapat disembuhkan. Selain bahwa ini akan membantu mereka menjadi lebih taat beribadah dan lebih kuat menghindari dosa- dosa.
7. karena hasil dari pengobatan ini lebih terjamin dengan izin Allah. Kita telah membuang begitu banyak harta kita untuk menyembuhkan berbagai penyakit fisik dan jiwa kita di berbagai macam rumah sakit dan klinik, baik didalam negeri maupun diluar negeri. Bahkan boleh jadi ada diantara kita yang jika dikatakan kepadanya: “Anda hanya bisa sembuh jika anda berobat di ujung dunia,” niscaya ia akan mengikuti anjuran itu! atau jika dikatakan kepadanya: “Anda hanya bisa sembuh jika membayar seharga ini,” niscaya ia akan menebusnya.
Tapi tak seorang pun diantara kita yang berfikir untuk melakukan usaha lain selain usaha medis itu yang boleh jadijustru merupakan sarana yang paling hakiki. Yaitu melakukan Ruqiyah Syariah yang hanya membutuhkan sedikit waktu dan tenaga.
Anjuran Melakukan Ruqiyah
Rasul kita, Muhammad saw, dengan tegas telah menganjurkan melakukan Ruqiyah. Ia bahkan telah melakukannya dan menyetujui sahabat- sahabat lain yang melakukannya. Ada sangat banyak dalil tetang itu, yang diantaranya adalah:
(1)
Riwayat Aisyah yang menyatakan:
“Adalah Nabi SAW, jika mengeluh dari suatu penyakit, ia menjampi dirinya dan meniup (seluruh badannya). Jika rasa sakitnya bertambah keras, maka akulah yang menjampi lalu mengusap (badannya) dengan tangan kanannya untuk mengharapkan berkahnya.”
(2)
Sabda Rasulullah SAW:
“Bolehlah berjampi (melakukan Ruqiyah) selama itu tidak syirik.”
(3)
Sabda Rasulullah:
“Siapa diantara kamu yang dapat meberikan manfaat kepada saudaranya, hendak dia melakukannya.”
(4)
Sabda Rasulullah tetang budak wanita yang pada wajahnya ada warna hitam yang tak lazim
“Lindungilah diri kalian dengan Ruqiyah dari wanita itukarena pada matanya ada nazrah.”
(5)
Riwayat Aisyah ra yang mengatakan:
“Rasulullah memerintahkan aku berlindung dari ‘Ain dengan Ruqiyah.”
(6)
Riwayat tetang Malaikat Jibril yang pernah menjapi Rasulullah SAW (yang akan dijelaskan kemudian).”
Apakah Ruqiyah Hanya Berlaku Untuk Penyakit Tertentu Saja?
Sepintas lalu ada anggapan bahwa Ruqiyah hanya dibutuhkan untukmengobati penyakit ‘Ain, sihir dan kesurupan setan. Sedang untuk penyakit- penyakit lain yang bersifat fisik, psikologis dan atau spiritual, Ruqiyah sama sekali tidak bermanfaat.
Ini anggapan yang salah dan merupakan suatu kekeliruan yang harus dibenarkan agar kita dapat mendapatkan menfaat dari Ruqiyah dalam kehidupan kita.
Adapun dalil- dalil yang menyatakan umumnya manfaat Ruqiyah bagiseluruh jenis penyakit, dan bahwa ia tidak terbatas pada penyakit tertentu saja ternyata sangat banyak, antara lain:
I. Dalil Al- Qur’an
Dalam Qur’an ada banyak ayat yang menegaskan manfaat Ruqiyah yang berlaku bagi semua penyakit. Misalnya:
(1)
Firman Allah SWT:
“Katakanlah (Hai Muhammad), bahwa ia (Al-Qur’an), bagi orang- orang beriaman merupakan petunjuk dan kesembuhan.”
(2)
Firman Allah SWT:
“Dan kami turunkan dari Al- Qur’an apa- apa yang dapat menjadi kesembuhan dan rahmat bagi orang- orangyang beriman.”
Kata (Min) dalam ayat tersebut jenis sehingga ia berarti bahwa Al- Qur’an seluruhnya merupakan obat penyembuh.
(3)
Firman Allah SWT:
“Wahai sekian ummat manusia, sungguh telah dating kepadamu nasehat dari Tuhanmu dan obat penyembuh bagi semua penyakit yang ada dalam dadamu, serta petunjukdan rahmat bagi orang- orang beriman.”
Ibnul Qayyim –semoga Allah merahmatinya- mengatakan: “Al- Qur’an adalah obat penyembuh yang paling sempurna bagi semua penyakit jiwa dan raga, serta penyakit dunia dan akhirat. Tapi tidak setiap orang layak mendapatkan taufik dari Allah untuk melakukan pengobatan dengan Al- Qur’an! Namun jika orang yang sakit mengobati penyakitnya dengan Al- Qur’an dengan penuh keimanan dan kesungguhan hati, penyerahan total kepada Allah, keyakinan yang penuh seluruh, serta memenuhi semua persyaratan yang lainnya, niscaya tidak pernah ada penyakit yang mampu mengalahkannya. Bagaimanakah penyakit itu dapat mengalahkan kalam dari Tuhan langit dan bumi, yang jika ia diturunkan kepada gunung- gunung maka ia akan meledakannya, atau jika diturunkan ke bumi maka ia akan mencincangnya! Maka tak satupun penyakit jiwa dan raga melaikan di dalam Al- Qur’an telah terdapat petunjuk untuk mengobatinya penjelasan tetang sebab- sebabnya, serta cara melindungi diri dari padanya. Tapi tetulah ituhanya berlaku bagi orang yang diberi rezki oleh Allah yang berupa pemahaman yang benar tetang kitab-Nya. Dan Allah sendiri telah menyebutkan di dalam Al- Qur’an berbagai penyakit jiwa dan raga serta pola- pola pengobatannya.”
II. Dalil Sunnah
(1)
Ruqiyah yang dilakukan Jibril kepada Rasulullah SAW ketika beliau dating kepadanya. Jibri berkata:
“Wahai Muhammad apakah engkau mengeluh dari suatu penyakit?” Rasulullah SAW menjawab: “Ya,” maka Jibril pun berkata:
“Dengan nama Allah aku meruqiyahmu (menjampimu) dari segala sesuatu yang menggangumu, dari kejahatan setiap jiwa atau mata yang dendam. Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan nama Allah aku meruqiyahmu.”
Kalimat Jibril: “Dari segala sesuatu yang mengganggumu,” berarti bahwa Ruqiyah berlaku bagi semua bentuk penyakit.
(2)
Riwayat Aisyah ra yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW selalu mengusap dengan tangan kanannya setiap orang diantara kami yang mengeluh dari suatu penyakit, lalu berkata:
“Wahai Tuhan manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembuhkanlah ia, karena hanya Engkaulah Yang Maha Penyembuh. Tiada kesembuhan kecuali hanya penyembuhan- Mu, dan penyembuhan- Mu takan menyisakan sedikitpun penyakit.”
Hadidz ini mengisyaratkan bahwa Ruqiyah berlaku bagi semua penyakit.
(3)
Riwayat tetang Utsman bin Abi Al-Ash Al-tsaqafi ra yang dating mengadu kepada Rasulullah SAW tetang rasa sakit yang terasa dalam tubuhnya sejak ia masuk Islam. Maka kepadanya Rasulullah SAW bersabda:
“Letakanlah tanganmu kebagian tubuh yang kau rasakan sakit, lalu ucapkanlah: “Bismillahi (Dengan nama Allah) sebanyak 3 kali, lalu ucapkanlah sebanyak 7 kali (do’a ini): “Aku berlindung kepada Allah dan segenap kemahakuasaan-Nya dari kejahatan yang aku rasakan (menimpaku) dan dari semua yang aku waspadai.”
(4)
Riwayat Anas bin Malik ra bahwa beliau menatakan:
“Rasulullah SAW telah mengizinkan sebuah keluarga dari kaum anshar untuk meruqyah (sebagai pengobatan dari) semua penyakit demam dan telinga.”
Ibnu hajar mengatakan : “ meruqyah telinga, menurut Ibnu Bathtal, adalah menjampi penyakit yang ada dalam telinga. Maksudnya Rasulullah SAW membolehkan menjampi telinga jika ada penyakit yang menimpanya.”
(5)
Kisah seorang laki-laki dari kaum anshar yang pada isi perutnya ada ulat yang keluar, maka kepadanya diberitahukan bahwa Asy-asyifaa binti Abdullah dapat menyembuhkan penyakit itu dengan ruqyah. Maka ia pun mendatanginya dan memohon untuk meruqyah. Tetapi Asy-asyifaa mengatakan: “demi Allah aku tidak pernah lagi meruqiyah sejak aku masuk Islam.” Maka lelaki Ansyar itupun mendatangi Rasulullah saw dan memberitahukannya tetang apa yang dikatakan oleh Asyi- Asyiffaa. Maka Rasulullah saw memanggil Asy- Asyiffaa dan mengatakan: “perlihatkanlah padaku Ruqiyahku itu.” Lalu Asy- Asyiffaa pun memperlihatkannya. Maka Rasulullah mengatakan: “ Ruqiyahlah lalu ajarkanlah Ruqiyah itu kepada Hafsah sebagai mana engkau telah mengajarkannya Al- Kitab (Al- Qur’an).”
Masih banyak hadis lain yang tidak kami sebutkan dalam buku kecil ini. Yaitu pengobatan dengan Ruqyah untuk menyembuhkan berbagai penyakit fisik, yang boleh jadi membingungkan banyak orang dizaman ini. Lalu mereka bertanya bagai mana mungkin penyakit fisik itu dapat disembuhkan dengan Ruqyah.
Tapi yang pasti riwayat tetang hal itu sangat banyak. Misalnya meruqyah penyakit demam, gigitan kala jengking, kencing batu, berbagai macam luka dan nanah, sakit kepala dan lain- lainnya. Itu semua menunjukan betapa berkah Ruqyah itu berlaku umum bagi semua jenis penyakit asalkan dilakukan dengan syarat- syaratnya.
III. Bukti Empiris
Adapun bukti- bukti nyata yang menguatkan pengaruh Ruqyah dalam penyembuhan semua penyakit, dapat dicontohkan dengan apa yang disebutkan oleh Ibnu Qayyim ketika berkata:
“saya telah melalui waktu yang cukup lama di Mekkah dimana saya menderita suatu penyakit. Saya tidak menemukan seorang dokterpun juga tidak menemukan obat apapun. Maka aku mengobati diriku dengan Surat Al- Fatihah dan aku menyaksikan pengaruhnya yang luar biasa. Aku mengambil air minum dari air zam- zam kemudian ku bacakan Fatihah kepadanya berkali- kali lalu aku meminumnya. Maka akupun mendapatkan kesembuhan yang sempurna. Setelah itu aku berpedoman kepada pengalaman itu untuk mengobati berbagai macam penyakit yang aku derita. Dan aku benar- benar mendapatkan manfaat yang luar biasa. Aku juga menganjurkan setiap orang yang mengadu kepadaku tetang suatu penyakit untuk mengobatinya dengan Surat Al- Fatihah. Dan ternyata sangat banyak diantara mereka yang memperoleh kesembuhan dalam waktu yang singkat.”
Di zaman ini juga terdapat banyak ahli Ruqyah yang shaleh yang dapat menyembuhkan dengan izin Allah berbagai macam penyakit jiwa, seperti keterbelahan pribadi serta penyakit fisik atau yang kelihatannya murni fisik, seperti kelumpuhan dan kanker,serta berbagai macam penyakit lainya yang sangat komples.
Apakah Psikiatri Dengan Ruqyah Syariah?
Zaman ini, dengan segala problematika dan kompleksitasnya, telah melahirkan berbagai macam penyakit jiwa. Seperti kecemasan, stress, depresi dan kegelisahan. Itu disebabkan karena peradapan modern hanya memberikan perhatian kepada dimensi materi manusia dan melupakan dimensi spiritual dan keimanannya. Itu semua melahirkan berbagai macam penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, infeksi lambung, gangguan pencernaan, gangguan syaraf dan lainnya.
Untuk mengobati penyakit- penyakit tersebut kita menemukan adanya dua kelompok yang berbeda:
Kel. Pertama mengatakan kita menggunakan pendekatan psikiatridan menggunakan obat- obat modern. Kelompok ini menolak pengobatan dengan Ruqyah Syaryahdan tidak percaya pada efektifitasnya.
Kel. Kedua mengatakan justru pendekatan psikiatrilah yang tidak efektif. Dan bahwa hanya pengobatan dengan Ruqyah Syariahlah yang dapat menyembuhkan penyakit- penyakit tersebut.
Tentu saja kedua kelompok itu sama- sama ekstrim dalam bersikap. Padahal sesungguhnya psikiatri modern dengan berbagai cabangnya dan pengobatan rohani atau spiritual merupakan saudara kembar yang tidak dapat di pisahkan. Doctor Abdullah Ash- Shubai’i, dosen dan psikiater mengatakan: “penyakit ‘ain, sihir dan kesurupan jin merupakan factor- factor utama yang menyebabkan terjadinya gangguan jiwa dan fisik.”
Tapi kemudian muncul sebuah pertanyaan penting: manakah yang didahulukan dari kedua pola pengobatan itu?
Jawabanya adalah: pengobatan dengan Al- Qur’an lebih didahulukan atas psikiatri modern. Itu karena pengobatan rohani bersumber dari sikap pengesahan Allah sebagai Pencipta, membaca Al- Qur’an, mensucikan diri; semua itu akan memperkuat hubungan seorang hamba dengan Tuhannya. Pengobatan dengan Ruqyah dan bacaan Al- Qur’an akan memperkuat dimensi mentalitas seseorang. Dan dengan kekuatan mental itulah dia dapat menolak berbagai macam penyakit dari tubuhnya. Ibnu Qyyim menceritakan sebuah pengalaman dari gurunya, Ibnu Taimiyah –semoga Allah merahmati keduanya-, yang memperkuat asumsi ini. Suatu saat Ibnu Taimiyah menderita penyakit tertentu, lalu doter berkata padanya: “Akan sangat berbahaya bagimu jika engkau terus melibatkan diri dalam pembahasan dan pemikiran tetang ilmu serta Dzikir.” Maka Ibnu Taimiyah menjawab: “Bukankah kalian yang justru mengatakan bahwa jika jiwa seseorang dalam keadaan kuat dan senantiasa gembira maka itu akan memberinya kekuatan yang membantu alam untuk menolak penyakit yang menimpa itu. Dan jika alam itu lebih kuat daripadanya maka penyakit itu akan mengalahkanya.” Dokter itupun menjawab: “Yaitu benar.” Lalu Ibnu Taimiyah mengatakan: “jika jiwa saya sedang berkonsentasi dalam berdzikir dan membahas masalah- masalah ilmu lalu ia menemukan jawaban dari suatu masalah yang rumit, maka ia menjadi gembira dan menguat.jadi itu semua akan menolak semua penyakit yang menimpa diriku.”
Ruqyah Tidak Menafikan Tawakkal
Boleh jadi ada yang bertanya: “Apakah Ruqyah tidak menafikan Tawakkal dan keharusan bersabar menerima takdir Allah?”
Pertanyaan itu secara ringkas dapat dijawab dengan mengatakan bahwa Ruqyah tidak menafikan Tawakkal kepada Allah swt, sebagai mana itu dinyatakan oleh sekelompok ulama seperti Ibnu Taimyah, Ibnu Qayyim dan Sulaiman bin Muhammad bin Abdul Wahhab. Ibnu Taimyah misalnya mengatakan:
“Apabila seseorang melakukan Ruqyah bagi dirinya atau orang lain, maka itu tidak menafikan Tawakkal kepada Allah swt. Sebagai mana itu ditegaskan oleh Raslullah saw. Yang menafikan kesempurnaan Tawakkal adalah jika ia meminta Ruqyah dari manusia, sebagai mana itu dijelaskan dalam hadist Rasulullah saw tentang 70 ribu orang yang akan masuk surga tanpa hisab, yang diantara cirri- cirinya adalah: bahwa mereka tidak tidak meminta Ruqyah; maksudnya tidak meminta Ruqyah dari manusia (yang tidak bersumber dari Qur’an dan Sunnah- pent).
Sementara itu Syekh Sulaiman bin Abdul Wahhab mengomentari hadts tersebut dengan mengatakan:
“Ketahuilah bahwa hadits itu tidak berarti bahwa mereka tidak mengambil sebab- sebab kesembuhan yang sesungguhnya, sebagaimana ini mungkin diduga oleh orang- orang pandir. Karena ingin mengambil sebab- sebab kesembuhan secara umum merupakan dorongan fitrah yang sudah lazim dan tidak mungkin ditinggalkan oleh seseorang. Bahkan oleh binatang ternak sekalipun. Dan bahwasanya tawakkal itu sendiri merupakan sebab kesembuhan yang paling besar, sebagaimana Allah menyatakan itu dalam firman- Nya:
“Barang siapa yang bertawakkal kepada Allah mak Dia (Allah) adalah cukup baginya.”
Makusdnya Allahlah yang akan menyembuhkannya. Jadi yang dimaksud dari pernyataan bahwa mereka tidak meminta Ruqyah kepada manusia adalah bahwa mereka meninggalkan hal- hal yang dilarang agama, walaupun mereka membutuhkannya, semata- mata karena ingin bertawakkal kepada Allah. Seperti meminta Ruqyah kepada manusia (yang tidak berusmber dari Al- Qur’an dan Sunnah) dan iktiwa. Jadi kenyataan bahwa mereka meninggalkan itu bukanlah karena keduanya merupakan factor kesembuhan, tetapi ia merupakan pengobatan yang dilarang. Apalagi orang yang sakit itu yang menyangka bahwa pengobatan ini yang akan menyembuhkannya, mulai menggunakan sarang laba- laba. Sedang melakukan berbagai bentuk pengobatan yang dilarang agama (misalnya seseorang yang meruqyah dirinya dan tidak memintanya dari orang lain). Maka hal ini tidak bertentangan dengan tawakkal dan bahwa meninggalkannya bukanlah hal yang dianjurkan.”
Kapan saatnya Ruqyah Bermanfaat?
Pertanyaan ini penting untuk dijawab. Sebab mungkin ada diantara kita meruqyah dirinya atau orang lain, namun tidak menampakan pengaruh yang nyata atau kesembuhan yang nyata atau kesembuhan yang cepat. Maka pada saat itu terbesid keraguan dalam dirinya akan manfaat yang ditimbulkan oleh Ruqyah tersebut, kemudian ia bertanya- Tanya: kenapa kata- kata orang yang meyaklini manfaat Ruqyah ini tidak terbukti? Pdahal aku telah meruqyah diriku? Namun belum terlihat tanda- tanda kesembuhan pada penyakitku dan kondisi tubuhku juga tidak mengalami kemajuaan yang berarti?
Menjawab keraguan- keraguan seperti ini Ibnu Qayyim mengatakan:
“Dalam problema ini yang perlu dicermati adalah, bahwa sesungguhnyaayat- ayat Qur’ani, dzkir- dzikir, do’a- do’a dan permohonan perlindungan yang digunakan untuk memohon kesembuhan dan Ruqyah dengan sendirinya mampu memberi manfaat serta kesembuhan. Namun ia memerlukan kepercayaan orang yang diRuqyah dan kekuatan jiwa orang yang meruqiyah serta pengaruh kepribadiannya. Maka apabila datangnya kesembuhan itu terlambat, penyebabnya adalah kelemahan pengaruh pribadi orang yang meruqyah, atau tidak adanya kepercayaan orang yang diruqyah atau kuatnya intensitas pehalang yang merintangi keberhasilan kerja obat. Sebab keberhasilan pengobatan dengan Ruqyah tergantung pada dua sisi: sisi pribadi orang yang sakit dan sisi kepribadian orang yang mengobati. Adapun dari sisi pribadi tergantung pada : kekuatan jiwanya serta kepasrahannya kepada Allah Ta’ala, keyakinannya bahwa Al-Qur’an adalah obat penyembuh serta rahmat bagi orang-orang mukmin, dan permohonannya benar serta meresap baik ke dalam lidah maupun hatinya. Dengan demikian proses kesembuhan dengan Ruqyah ini menyerupai sebuah perang yang tengah bergolak dimana orang-orang yang berperang tidak akan memperoleh kemenangan tanpa melalui proses tersebut dengan syarat : senjata yang digunakan berkualitas baik serta layak pakai dan pengguna senjata itu adalah orang kuat dan berani. Jika salah satu dari kedua syarat itu tidak ada, senjata sebaik apapun tidak akan berguna. Maka bagaimana pula ada sama sekali ? yaitu keadaan dinama hatinya hampa dari tauhid, tawakkal, takwa dan ketundukan, selain bahwa ia tidak punya senjata. Adapun dari sisi pengobat yang menggunakan Qur’an dan Sunnah, maka kedua syarat itu juga berlaku baginya.”
Syarat-syarat Ruqiyah
1) Ruqyah itu hendaklah dengan kalam Allah, atau nama-nama dan sifat-sifat-Nya, atau dengan Sunnah Nabi Saw.
2) Hendaknya diucapkan dalam bahasa Arab yang fasih atau dengan apa yang dapat diketahui artinya.
3) Pelaku Ruqyah harus yakin bahwa Ruqyah itu tidak dengan sendirinya berpengaruh, tapi harus dengan izin dan takdir Allah Swt.
4) Ruqyah tidak boleh dilakukan dalam suatu keadaan yang haram atau bid’ah. Misalnya melakukannya di kamar mandi, atau kurban, atau mengkhususkan waktu tertentu untuk meruqyah, atau melakukannya saat memandang ke bintang-bintang atau ketiak peruqiyah dalam keadaan junup, atau peruqyah mengharuskan orang yang diruqiyah dalam keadaan junub.
5) Ruqyah tidak boleh dilakukan oleh tukang sihir, dukun, dan peramal
6) Ruqyah tidak boleh mengandung ungkapan-ungkapan atau symbol-simbol haram karena Allah tidak menyimpan obat dalam symbol yang haram.
Inilah
Gejala-gejalanya
Inilah beberapa gejala yang menandai bahwa seseorang membutuhkan Ruqyah Syariah. Tidak semua gejala ini harus ada pada seseorang. Mungkin hanya sebagiannya atau bahkan hanya satu, tapi terlihat jelas dalam keadaan terjaga atau tertidu, dengan cara yang tidak lazim. Misalnya terjadi berulang kali atau memiliki pengaruh yang kuat.
Ada sebuah catatan penting yang perlu diingatkan disini. Bahwa penybutan gejala- gejala ini tidaklah dimaksudkan untuk menyebarkan kecemasan ke dalam diri seseorang, sebagaimana itu mungkin diduga oleh banyak orang. Gejala- gejala itu harus kami sebutkan setidaknya untuk dua tujuan;
Pertama, agar manusia mensyukuri Tuhannya jika gejala- gejala tidak terdapat pada dirinya. Karena selamt dari penyakit- penyakit ini sebagian dari karunia Allah yang sangat banyak, yang harus disyukuri.
Kedua, jika ternyata sebagian dari gejala itu terdapat dalam diri seseorang, dan ia ingin mengobatinya atau mengobati orang lain, hendaklah ia melakukan dengan Ruqyah Syariah. Ia tidak boleh melakukan dengan bantuan sihir, dukun dan semacamnya yang bersifat syirik.
Sekarang marilah kita melihat gejala- gejala yang menandai adanya penyakit rohani dalam diri seseorang;
ð Enggan melakukan dzikir dan ibadah.
ð Menderita sakit kepala atau kontiyu tanpa sebab yang jelas.
ð Marah secara berlebihan dan kehilangan control diri baik dalam mengekspresikan perasaan maupun dalam bertutur kata.
ð Pikiran sering menerawang dan tidak mampu konsentrasi.
ð Menjadi pelupa dengan cara yang tidak lazim.
ð Lesu disekujur tubuh yang disertai rasa malas dan kelemahan fisik.
ð Susah tidur dan tidak mudah pulas dan nyenyak dalam tidur.
ð Selalu merasa cemas dan sedih.
ð Sering mimpi buruk dan ketindihan.
ð Rasa malu dan minder yang berlebihan serta kecenderungan menyendiri.
ð Semua penyakit pada bagian tertentu dari tubuh yang susah diobati dalam waktu lama, tapi tidak kunjung sembuh.
Anda Dokter Bagi Diri Anda Sendiri
Saudaraku tercinta, jika anda termasuk orang yang merasa puas dengan manfaat dan kepentingan Ruqyah dalam kehidupan anda, maka dapat dengan demikian anda tidak perlu mendatangi seseorang untuk meruqyah anda. Karena anda dapat meruqyah diri sendiri. Dan ternyata ini lebih baik ditinjau dari beberapa aspek:
Pertama, diantara cirri- cirri kesempurnaan tawakkal kepada Allah swt adalah anda tidak meminta kesembuhan dan kesehatan kecuali dari Allah swt; karena hal ini merupakan salah satu bentuk do’a.
Kedua, bahwa Ruqyah yang dilakukan oleh seseorang pada dirinya sendiri, mengandung nilai keihklasan dan keyakinan yang lebih baik, dalam menyadarkan kepada Allah serta tunduk kepada- Nya. Disamping manfaatnya lebih besar, kesembuhan juga akan dating lebih cepat dengan izin Allah.
Ketiga, keberadaan diri dokter anda tidak terbatas, ia akan hadir kapan saja anda butuhkan, siang ataupun malam. Semntara itu, keberadaan para ahli Ruqyah justru sangat terbatas dimana mereka hanya meluangkan waktu- waktu tertentu saja untuk meruqyah orang lain dan mereka tidak menginginkan peraturan ini dilanggar. Disamping itu, mendatangipara ahli Ruqyah dapat menimbulkan kesulitan terhadap diri sendiri, menambah kesibukan, membuang- buang waktu dan membutuhkan materi. Namun dalam kondisi tertetu yang mengharuskan kita untuk mendatangi mereka, hal itu tidak menjadi masalah.
Ruqyah Untuk Menolak Bala Sebelum Terjadi
Pada dasarnya Ruqyah itu bertujuan untuk menolak bala sebelum terjadi. Untuk itu diperlukan adanya beberapa bentuk dzikir, do’a dan amal- amal shaleh, yang apabila diamalkan seseorang muslim akan menjadi sebuah benteng yang dapat melindungi dirinya dari bahaya sihir, penyakit a’in, penykit jiwa dan penyakit- penyakit hati yang lain dengan izin Allah swt, diantaranya;
1. Menunaikan seluruh kewajiban yang dibebankan khususnya shalat berjamaah dimasjid.
2. Menjauhkan diri dari segala bentuk perbuatan haram, kemaksiatan dan bertobat.
3. Memperbanyak bacaan Al- Qur’an.
4. Membaca dzikir pada pagi hari da sore hari
5. Membaca kalimat Laa Iaaha Illa Allahu Wahdahu Laa Syarika Lahu, Lahu Al-Mulku Wa Lahu Al-Hamdu Wa Hua ‘Alaa Kulli Syaiin Qadir (sebanyak seratus kali)
6. Senantiasa membaca dzikir-dzikir berdasarkan waktu dan keadaan tertentu. Misalnya dzikir keluar rumah, dzikir sebelum tidur dan ketika bangun tidur, dan lain-lain.
7. Hendaklah setiap muslim selalu mengucapkan Bismillah setiap kali ia ingin melakukan pekerjaan apa saja, agar dengan itu ia mengusi syetan dan melindungi dirinya dari gangguanya. Sebab berapa banyak manusia yang sering terganggu syetan karena ia lupa mengucapkan kalimat itu !
8. Membentengi diri dengan membaca do’a- do’a yang berasal dari Nabi, diantaranya;
Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw jika hendak tidur dimalam hari, beliau senantiasa menadahkan kedua telapak tangannya lalu membaca Surat Al- Ihklas, Al- Falaq dan An- Naas. Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangannya ke bagian tubuh yang dapat terjangkau, dimulai dari atas kepala kemudian ke wajah dan ke seluruh wajah dan keseluruh bagian depan badannya. Hal itu beliau lakukan sebanyak 3 kali.
Sabda Rasulullah saw:
“Barang siapa yang membaca: “Dengan nama Allah, maka segala sesuatu yang berada di bumi dan di langit tidak mampu mendatangkan mudharat, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui” di awal malam dan di awal pagi sebanyak 3 kali, maka ia akan terhindar dari segala bahaya pada pagi dan malam itu.
Sabda Rasulullah saw:
“Jika salah seorang diantara kalian mampir di sebuah rumah, hendaklah ia mengucapkan; Aku berlindung dengan nama Allah yang sempurna dari segala bentuk kejahatan makluk- Nya, maka ia tidak akan terkena bahaya apapun juga sampai ia meninggalkan rumah tersebut.
Hendaklah anak- anak dilindungi (secara khusus), seperti ketika Rasulullah saw memohon perlindungan untuk Hasan dan Husein dengan mebaca:
“Dengan menyebut kalimat Allah yang sempurna, aku memohon perlindungan untuk kalian berdua dari golongan setan dan dari tatapan mata yang memancarkan sihir.”
Saudaraku sesama muslim dan dan muslimah!
Hendaklah kiranya kita senantiasa mengamalkan dzikir- dzikir dan amalan- amalan tersebut di atas, agar kita dapat terhindardari berbagai penyakit jiwa dan raga, tentunya dengan izin Allah Ta’ala.
Ruqyah Untuk Menolak Bala Setelah Terjadi
Ayat- ayat Qur’ani, hadits- hadits Nabi dan do’a- do’a ringkas berikut ini dapat di baca untuk menolak bala yang terjadi dan mengobati dengan izin Allah Ta’ala. Di samping itu kita perlu membiasakan diri melakukan amalan- amalan dan membaca dzikir- dzikir Ruqyah sebelum bala tersebut terjadi. Dan sebagai tambahan dalam pengobatan suatu penyakit tertentu, hendaknya seorang pengibatmerujuk kembali kepada buku- buku atau referensi- referensi yang valid yang membahashal tersebut.
Ayat- ayat Qur’ani (terdiri dari 64 ayat):
(1)
“Dengan menyebut nama Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi, Tuhan semesta Alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimukai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatihah: 1-8)
(2)
“Alif laam miin. Kitab (Al- Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghoib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugrahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada (Al- Qur’an) yang telah diturunkan sebelumm, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang- orang yang beruntung.” (QS: Al- Baqrah: 1-5).
(3)
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk- Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang dilangit dan dibumi. Tiada yang dapat memberi syafaatdisisi Allah mengetahui apa- apa yang dihadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa- apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki- Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” QS: Al- Baqarah: 255).
(4)
“Kepunyaan Allah segala apa yang ada dilangit dan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentangperbuatan itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Rasul telah beriman kepada Al- Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhan- Nya, Demikian pula orang – orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, Malaikat- malaikat- Nya, Kitab- kitab-Nya dan Rasul- rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami membeda- bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul- rasul- Nya”, dan mereka mengatakan: “ Kami dengan dan kami taat”. (mereka berdo’a): “Ampunilah Kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”. Allah tidak membebeni seseorang melainkan sesuai dengan kesanggubahnya. Ia dapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatannya). Mereka berdo’a: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hokum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kapada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan orang- orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; dan rahmatilah kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al- Baqarah 284- 286).
(5)
“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali- kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di Akhirat termasuk orang- orang yang rugi.” (QS. Al- Imron: 85)
(6)
“Yaitu orang- orang (yang mentaati Allah dan rasul- Nya) yang kepada mereka ada orang- orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan kepada mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah manjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik- baik pelindung”. Maka mereka kembali dengan ni’mat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa- apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS: Al- Imran: 173-174).
(7)
“Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebajikan kepadamu Dia Maha Kuasa atas tiap- tiap sesuatu.” (QS. Al- An’aam: 17).
(8)
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Ia bersemayam di atas ‘Arsi. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan- Nya pula)
Matahari, bulan dan bintang- bintang (masing- masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan Semesta Alam.” (QS. Al- A’raaf 54).
(9)
“Dan kami turunkan dari Al- Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang– orang yang beriman dan Al- Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang- orang yang zalim selain kerugian.” (QS> Al- Israa’ 82).
(10)
“Katakanlah: “ Serulah Allah atau serulah Ar- Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al- asmaaul husna (nama- nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah merendahkannya dan carilah jalan tengan diantara kedua itu”. Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan- Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan Agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar- besarnya.” (QS. Al- Israa’ 110- 111).
(11)
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main- main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia. Dan barang siapamenyembah tuhan yang lain disamping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tetang itu, maka sesungguhnya perhitungannya disisi Tuhannya. Sesungguhnya orang- orang kafir itu tiada beruntung. Dan katakanalah: “Ya Tuhan ku berilah ampun dan berilah rahmat Yang pailing baik.” (QS> Al- Mu’minuun 115- 118).
(12)
“Demi (rombongan) yang bershaf- shaf dengan sebenar- benarnya, dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar- benarnya (dari perbuatan- perbuatan maksiat), dan demi (rombongan) yang mebacakan pelajaran. Sesungguhnya Tuhanmu benar- benar Esa. Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada diantara keduanya dan Tuhan tempat terbitmatahari. Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang- bintang; dan telah memeliharanya (sebenar- benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka, setan- setan itu tidak dapat mendengar- dengarkan (pembicaraan) paramalaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, akan tetapi barang siapa (di antara mereka) yang mencuri- curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.” (QS: Ash- Shaffaat: 1- 10).
(13)
“Haa Miim. Diturunkan Kitab ini (Al- Qur’an) dari Allah Yang Maha mengetahui, Yang mengampuni Dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman- Nya; Yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada- Nyalah kembali (semua mahkluk).” (QS. Al- Mu’min 1-3).
(14)
“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan rombonga jin kepadamu yang emndengarkan Al- Qur’an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya).” Ketika pembacaan telah selesaimereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan Kitab (Al- Qur’an) yang telah diturunkan setelah Musayang membenarkan kitab- kitabyang sebelumnya lagi memimpinkepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada- Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa- dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah dimuka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS.Al- Ahqaaf 19- 32).
(15)
“Hai jamaah jin dan manusia jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. Maka Ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Kepada kamu (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (daripadanya).” (QS. Ar- Rahmaan 33- 35).
(16)
“Dan sesungguhnya orang- orang itu benar- benarmenggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al- Qur’an dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar- benar orang yang gila.” Dan Al- Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.” (QS. Al- Qalam 51- 52).
(17)
“Katakanlah: “Dialah Allah Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan Yang bergantung kepada- Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS: Al- Iklas 1-5).
(18)
“Katakanlah: “Akuberlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan mahkluk- Nya, dan dari kejahatan malam apabila gelap gulita, dan dari kejahatan wanita- wanita tukang sihir yang menghebus pada buhul- buhul dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” (QS> Al- Falaq 1-5).
(19)
“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia, Semabahan manusia dari kejahaan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikan (kejahatan) kedalam dada manusia, dari (golongan) jin dan mausia.” (QS. An- Naas 1-6)
Hadits- hadits Nabi
Adapunpermohonan perlindungan, do’a- do’a dan Ruqyah berikut dapat digunakan oleh seseorang untuk mengobati dirinya dan orang lain yang terkena sihir, penyakit A’in, gangguan jin dan penyakit- penyakit yang lain. Karena kesemuanya ini merupakan kumpulan Ruqyah yang dapat memberi manfaat dengan izin Allah Ta’ala.
(1)
“Aku bermohon kepada Allah Yang Maha Perkasa, Tuhan Penguasa ‘Asry Yang Maha Agung, semoga Dia menyembuhkan mu.” (dibaca 7 kali).
(2)
“Orang yang sakit meletakan tangannya di atas bagian tubuh yang sakit sambil membaca: “Dengan nama Allah” (sebanyak 3 kali), kemudian membaca: “Aku berlindung kepada Allah dan kekuatan- Nya dari kejahatan yang menimpaku dan yang aku khawatirkan” (sebanyak 7 kali).
(3)
“Wahai Tuhan manusia, hilanglah segala kesulitan, sembuhkanlah, sesungguhnya hanya Engkau Yang Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan selain yang berasal dari- Mu, karena penyembuhan- Mu tidak akan dikalahkan oleh penyakit apapun jua.”
(4)
“Aku berlindung dengan nama Allah Yang Sempurna, dari gangguan setan, dan segala bentuk segala ketakutan serta dari pandangan mata yang memancarkan sihir.”
(5)
“Aku kalimat Allah Yang Sempurna, yang tak dapat ditembus oleh orang baik maupun orang jahat, dari kejahatan semua mahkluk yang Ia ciptakan dan Ia sebarkan, dan dari kejahatan apa yang turun dari langit dan dari kejahatan apa yang naik ke langit, dan dari kejahatan apa yang masuk bumi dan dari kejahatan apa yang keluar dari bumi, dan dari kejahatan fitnah malam dan siang ahri, dan dari kejahatan setiap mengetuk pintu kecuali yang mengetuk dengan (membawa) kebaikan, wahai Yang Maha Pengasih.”
(6)
“Wahai Tuhan tujuh lapisan langit dan penguasa ‘Asry Yang Megah, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, Yang bijian dan memecah atom. Tuhan yang menurunkan kitab Taurat, Injil, dan Al- Qur’an, aku berlindung kepada- Mu dari setiap kejahatan makhluk ciptaan- Mu, hanya Engkau yang mampu mematikan mereka. Engkau yang pertama karena tidak ada sesuatu yang mendahulu- Mu, dan Engkau yang terakhir karena tidak ada sesuatu yang mampu mengakhiri- Mu. Engkau maha nyata, maka tidak ada mampu mengalahkan- Mu, dan Engkaulah yang maha terlindung, maka tidak ada satupun yang tersembunyi dari- Mu.”
(7)
“Dengan nama Allah aku meruqyahmu (menjampimu) dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa atau mata yang iri. Semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu.”
(8)
“Dengan nama Allah, yang melepas segala belenggu yang melempar bebatuan keras, letupan api yang melempar. Kembalikanlah sorot mata sihir kepada pelakunya.”
“Maka lihatlah berulang- ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang. Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupundalam keadaan payah” (QS Al- Mulk 3-4)
(9)
“Ya Allah, pemilik kekuasaan yang maha Agung, maha pemberi lagi maha Qadim, pemilik rupa yang mulia, pemilik kalimat yang sempurna, yang maha mengabulkan do’a. ya Allah, sembuhkanlah aku dari gangguan jin dan pancaran mata manusia yang mengandung sihir.”
Beberapa Catatan penting
Saudaraku tercinta! Ada beberapa catatan penting yang akan kami paparkan untuk mengingat Anda. Dan kami sama sekali tidak bermaksud untuk menggurui Anda, diantaranya:
1. Hendaklah Anda senantiasa menyadarkan harapan hanya kepada Allah dan menyerahkan segala urusan kepada- Nya dan perbanyaklah do’a yang penuh harap dalam memohon kesembuhan. Adapun Ruqyah ini hanyalah sebab yang disediakan oleh Allah SWT sebagi bukti nyata kepada hamba-Nya bahwa Dia Maha Mengatur dan Maha Menentukan segala sesuatu.
2. Berusahalah anda membaca Ruqyah ini secara terus menerus. Bersabarlah menanti kesembuhan dan jangan tergesa- gesa, maka anda akan melihat pengaruh seminggu, atau sebulan, dan atau sebulan. Karena terkadang tanda- tanda kesembuhan itu baru akan terlihat setelah beberapa tahun kemudian, hal sangat tergantung pada kekuatan dank kelemahan penyakit tersebut.
3. hendaklah anda membaca Ruqyah ini secara teratur, sempurna dan penuh rasa khusu’. Sebaiknya anda berwudhu terlebih dahulu dan disertai dengan tata cara berdo’a.
4. Yakinkanlah diri anda bahwa setan senantias mewanti- wanti hendak melalaikan anda dan melemahkan tekad anda untuk membaca Ruqyah. Agar anda senantiasa berada dalam ruang lingkup tipu daya mereka, mendukung maker jahat dan memalingkan anda dari dzikrullah, rasa syukur dan beribadah kepada- Nya. Bahkan terkadang setan- setan itu menanamkan dalam hatimu rasa benci yang dahsyat terhadap ayat- ayat Allah untuk meracuni kehidupan dan jiwamu, dan menghalangimu berbuat baik dalam waktu selama mungkin!!
Jika dari waktu ke waktu jika anda semakin melemah begitu tekat. Anda juga semakin menurun untuk membaca keseluruhan ayat tersebut sebelumnya, maka jangan sekali- kali anda membiarkan setan menghalangi anda untuk membaca ayat Kursi, surat Al- Ikhlas, surat Al- Falaq dan surat An- Naas. Bacalah ayat- ayat tersebut beberapa kali.
5. Berittiba’ dan menjauhi hal- hal yang mengadung unsur bid’ah, dan tidak memperluas masalah Ruqyah. Namun cukup dengan mengamalkan Ruqyah dan do’a- do’a yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW karena didalamnya terdapat berkah dan kebaikan. Dan tidak dibutuhkan lagi tambahan bacaan atau amalan yang mengandung keraguan bagi……. Dan unsur sihir.
6. Dzikrullah, do’a- do’a dan amalan- amalan tersebut adalah hadiah terbaik yang anda persembahkan kepada diri anda sendiri, isteri anda, anak- anak anda, dan kepada siapa saja yang anda inginkan memperoleh kebaikan. Pada awalnya mungkin hanya berfungsi sebagai perlindungan dan pencegahan, namun pada akhirnya dapat digunakan untuk pengobatan dan penyembuhan, terutama jika anda melihat perubahan akhlaq, kesehatan fisik dan jiwa pada diri salah seorang diantara mereka secara tiba- tiba.
Sebagai kata akhir,
Itulah bunga rampai yang dapat kami persembahkan kepada anda, untuk memudahkan usaha meneliti jalan menuju kesehatan jiwa raga. Harapan kami, semoga anda selalu merasakan keteteraman hati dan ketenangan jiwa dalam mengarungi kehidupan didunia ini. Seterusnya anda kelak meraih –dengan izin Allah- kebahagiaan abadi didalam surga yang luasnya meliputi langit dan bum yang diperuntukan hanya bagi orang- orang yang bertaqwa.
Marikita memohon kepada Allah SWT, semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk melaksanakan amal- amal Shaleh serta memperoleh bimbingan berjalan menuju pintu dan jalan- Nya. Sesungguhnya Allah satu- satunya Wali yang kuasa melakukan itu semua. Penutup do’a kami, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam dan salam serta salawat agar senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga dan seluruh sahabatnya.
Jumat, 24 April 2009
Langganan:
Postingan (Atom)